Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Sebuah Cangkir

03.16
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah
toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu
mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada
sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu,"
kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah
cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si
kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba
cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih
untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku
dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir
yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat
yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang
pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke
sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku
merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak,
Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai
menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop!
Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja
meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan
lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam
perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras.
Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini
berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan
membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir,
selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang
wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya
begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan
aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku
lagi ke perapian yang lebih panas dari
sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini !
Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya.
Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia
terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini
aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik
mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku
melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir
tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah
cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan
penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala
kulihat diriku.

Read On 0 komentar

Sekali Lagi, Bersyukurlah.

09.25
Coba anda sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup anda. Renungkan tentang
apa yang telah anda capai, orang-orang yang memperhatikan anda, pengalaman yang telah anda dapatkan,
keahlian dan minat yang anda miliki, apa yang anda percayai, dan hal-hal terindah dalam hidup anda.

Hal-hal yang anda hargai, pelihara, dan jaga, akan terus meningkat dalam hidup anda. Kelimpahan dimulai
dengan rasa syukur. Dengan rasa syukur yang tulus, anda menghargai apa yang telah anda miliki, yang
selanjutnya akan mendorong anda secara mental, spiritual, dan fisik, untuk mencapai apa saja yang
menjadi tujuan anda.

Bagaimana mungkin anda mendapatkan hal-hal yang lebih besar, bila anda tidak bersyukur atas apa yang
telah anda miliki saat ini? Toh semuanya, hanya bisa dimulai dengan apa yang anda telah miliki tersebut.
Anda tahu, bahwa anda dapat mencapai tujuan, karena anda pernah merintis hal seperti itu. Pengalaman
adalah milik anda yang patut disyukuri. Siapa bilang tidak ada hal yang bisa disyukuri?
Segalanya dalam jangkauan anda saat anda bersyukur akan apa yang telah anda dapatkan.
Read On 0 komentar

Filosofi Semut

09.06
Semut mempunyai empat filosofi yang luar biasa. Yaitu:

Pertama, semut tidak pernah menyerah. Bila anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan
langkah mereka, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke
bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangan
sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan anda.

Kedua, semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalah cara pandang yang
penting. Anda tidak boleh menjadi begitu naif dengan menganggap musim panas akan berlangsung
sepanjang waktu. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim
panas. Sebuah kisah kunomengajarkan, "Jangan mendirikan rumahmu di atas pasir di musim panas."

Mengapa kita membutuhkan nasehat tersebut? Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di
musim panas anda harus memikirkan tentang halilintar. Anda seharusnya memikirkan badai sewaktu anda
menikmati pasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke depan.
Ketiga, semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas. Ini juga penting. Selama musim
dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, "Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan
melalui masa sulit ini."Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan
bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas
tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.

Terakhir, ke empat, seberapa banyak semut akan mengumpulkan makanan mereka di musim panas untuk
persiapan musim dingin mereka? Semampu mereka! Filosofi yang luar biasa, filosofi "semampu mereka".
Wow, seminar yang luar biasa! - seminar para semut.
  1. Jangan menyerah
  2. Lihatlah ke depan
  3. Bersikaplah positif
  4. Lakukan sekuat tenaga anda.
Demi kesuksesan Anda,
Read On 0 komentar

Kegagalan Berasal Dari Persepsi Anda

08.44
Hidup memang tak selalu mudah. Namun itu hanya buah persepsi atas apa yang terjadi di sekitar anda.
Keberhasilan yang anda raih adalah keberhasilan yang anda pikirkan akan berhasil. Sedangkan kegagalan
yang anda keluhkan adalah kegagalan yang anda pikirkan untuk gagal. Kenyataannya, anda mengalami
sesuatu. Lalu anda berikan penilaian sendiri pada kenyataan itu.

Anda harus melihat tujuan jauh ke depan. Dan meletakkan setiap kegagalan sebagai bagian dari pencapaian
tujuan anda. Selama anda tetap di jalan keberhasilan, jangan takutkan berapa kali anda merasa gagal.
Tak peduli berapa kali seorang anak kecil terjatuh, sepanjang pikiran dan semangatnya tertuju pada
kemampuan mengendarai sepeda, ia akan bangkit kembali. Dan, selama ia bangkit, ia akan mengubah rasa
sakitnya menjadi sebuah kegembiraan
Read On 0 komentar

Kekuatan Berpikir Positif

08.40
Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang
dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.
"Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi," kata pria itu. "Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang
amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini.
Norman Vincent Peale, penulis buku "The Power of Positive Thinking", tersenyum penuh simpati. "Mari kita
pelajari keadaan anda," katanya Norman dengan lembut. Pada selembar kertas ia menggambar sebuah

garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria
itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa
yang masih tersisa.
"Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan," kata pria itu tetap dalam kesedihan. "Aku sudah tak punya
apa-apa lagi."

"Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?" tanya Norman.
"Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!"
"Kalau begitu bagus sekali," sahut Norman penuh antusias. "Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom
sebelah kanan "Istri yang amat mencintai". Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?"
"Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!"
"Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan "Anak-anak tidak berada dalam penjara." kata Norman
sambil menuliskannya di atas kertas tadi.

Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itumenangkap apa maksud Norman
dan tertawa pada diri sendiri. "Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir
dengan cara seperti itu," katanya.
Editor: Smiley...! Ya, kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan.
Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali terlintas di pikiran, sejuta dunia terjungkir balik.
Read On 0 komentar

Langkah Kecil Bukan Kemajuan Kecil

08.37
Jangan cemaskan langkah kecil. Keberanian anda untuk melangkah adalah kemajuan besar. Cemaskan jika
anda kehilangan keberanian itu.
Bangunan megah tersusun dari tumpukan batu-batu yang dilekatkan oleh butiran-butiran pasir kecil.

Ambil perspektif lebar. Jangan terkecoh pada pandangan sempit yang menyebabkan anda tak mampu melihat
cakrawala. Tugas anda adalah menjaga pandangan dan keberanian anda.
Jalan raya yang menghubungkan kota-kota besar selalu dirintis oleh jalan setapak. Hanya pemberani sajalah
yang mampu melihat kota itu.

Mereka mengangkat parang untuk membersihkan semak belukar yang
merintangi pandangan; menyusun pijakan kokoh; mengambil langkah pertama menyusuri jalan setapak
yang mereka buat. Terserah pada anda, apakah anda bersedia menjadi pemberani dan menemukan jalan
anda. Atau diam di sudut tak kemana pun jua.
Read On 0 komentar

Pahami Ketakutan Anda

08.35
Rasa takut adalah kebutuhan pertumbuhan diri. Ia membunyikan alarm jiwa agar anda melakukan sesuatu.
Ketakutan adalah pertanda anda telah terlalu lama diam tak bertindak. Jangan perlakukan rasa takut
dengan melangkah surut atau menyingkir jauh-jauh. Alih-alih dijauhi, anda perlu memahami ketakutan itu.
Memang setiap hal baru memicu rasa cemas. Ketidaktahuan membuat anda khawatir. Tapi, bila anda
paham, rasa takut sebenarnya penyedap yang membuat suatu masalah menjadi menarik. Ambillah
tindakan dengan berani, ketakutan pun tak lagi menampakkan wajah yang menyeramkan.
Letakkan kerikil kecil dekat ke cahaya lampu. Bila anda alihkan pandangan ke arah dinding di balik kerikil,
anda temukan bayangan hitam besar. Ketakutan melahirkan bayangan hitam besar pada masalah anda.

Namun, itu hanyalah bayangan, bukan persoalan yang semestinya anda hadapi. Jangan biarkan ketakutan
mengalihkan pandangan anda dan melupakan masalah yang sesungguhnya. Tetaplah tekun memusatkan
pada tujuan. Niscaya, anda melihat cahaya terang bukan bayangan hitam.
Read On 0 komentar

Selalu Ada Sisi Baik

08.28
Di sebuah kepulauan tropis yang hangat hiduplah seorang Raja yang dibantu seorang Perdana Menteri yang
sangat optimis. Perdana Menteri ini juga sangat positif sehingga seringkali sang Raja merasa jengkel karena
selalu saja ia mampu menemukan sisi positif dari setiap keadaan.

Pada suatu hari, Raja dan Perdana Menteri sedang melakukan perjalanan melintasi hutan lebat. Di tengah
perjalanan sang Raja beristirahat sambil membelah buah kelapa sebagai pelepas dahaga. Ketika sedang
enak-enaknya makan buah kelapa tanpa sengaja sang Raja menggigit batok kepala yang keras itu sehingga
giginya terlepas. Ia menjerit kesakitan lalu menyampaikan kesialannya pada Perdana Menteri. Mendengar
keluhan sang Raja, Perdana Menteri ini malah tersenyum sambil berteriak, "Wow, itu bagus...!"
"Ha! Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya sang Raja keheranan.
"Ya, karena itu adalah pertanda keberuntungan untuk Baginda."

Mendengar jawaban ini sang Raja menjadi sangat marah. Bagaimana mungkin seorang Perdana Menteri
malah menganggap lucu penderitaan seorang rajanya?
"Baginda, mohon dengarkan saya," desak Perdana Menteri, "di balik setiap kejadian yang tidak
mengenakkan selalu terdapat sisi baik yang tidak kita lihat."
"Cukup! Ini sudah keterlaluan!" Kini sang Raja menjadi murka. Ia lalu menangkap dan mengikat Perdana
Menteri. Kemudian dimasukkan ke dalamsumur kering. Sang Raja akan menjemputnya nanti sepulang dari
perjalanannya.

Sang Raja melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan cukup jauh sang Raja dihadang oleh sekelompok suku
liar yang sedang mencari orang untuk dikurbankan pada dewa Gunung Api. Begitu suku liar ini mengetahui
bahwa yang ditangkap adalah seorang Raja, mereka sangat senang dan membawanya ke Pendeta
pemimpin upacara. Lalu, suku liar ini mempersiapkan sesajian dan merias Raja ini dengan pakaian kurban
yang indah.

Ketika hendak dikurbankan dan algojo siap memenggal leher sang Raja, sang Pendeta berteriak
menghentikan semuanya. Ia melihat ternyata ada satu gigi sang Raja yang telah tanggal. "Kami tidak bisa
menggunakan engkau sebagai kurban, karena Dewa Gunung Api hanya berkenan menerima kurban yang
tubuhnya lengkap. Kamu boleh pergi sekarang!"
Sang Raja merasa sangat bersyukur. Ia pun lari cepat-cepat meninggalkan suku liar itu. Tiba-tiba ia teringat
apa yang dikatakan oleh Perdana Menterinya, bahwa memang benar-benar ada sisi keberuntungan dari
sesuatu yang dianggapnya sebagai kesialan.

Bergegas sang Raja pulang. Di perjalanan pulang ia menjenguk Perdana Menterinya yang masih tertinggal
dalam sumur kering. Ketika melongok ke dalam sumur, sang Raja melihat Perdana Menterinya masih
terikat rapat dan sedang tersenyum gembira. "Wow..! Perdana Menteri ini benar-benar seorang yang
berpikiran positif..!" Sang Raja menolong Perdana Menteri itu keluar dari sumur dan meminta maaf dari
segala apa yang dilakukan padanya.

"Aku minta maaf telah melemparmu ke dalam sana!" kata sang Raja sambil memegang bahu Perdana
Menterinya. Kemudian sang Raja menceritakan apa yang dialaminya. "Aku ditangkap oleh suku liar di sana
yang bermaksud mengurbankanku pada Dewa Gunung Api. Tapi mereka melihat ada sebuah gigiku yang
lepas lalu mereka melepasku. Bukankah ini suatu keajaiban! Sewaktu kau mengatakan hal itu, aku sangat
tidak percaya. Malah membuangmu ke dalam sumur itu! Maukah kau memaafkanku?"
"Ah, Baginda tak perlu meminta maaf," jawab Perdana Menteri itu sambil tersenyum. "Bukankah itu juga
adalah sebuah keberuntungan dan berkah bagi hamba karena Baginda telah melempar hamba ke dalam
sumur"
"Ha..? Sekarang berkah apa yang bisa kau tarik dari kejadianmu itu?" tang sang Raja terheran-heran.

"Begini Baginda," jawab Perdana Menteri. "Seandainya saja hamba tadi pergi bersama Baginda, maka suku
liar itu akan menggunakan hamba sebagai kurban untuk Dewa Gunung Api..!"
Read On 0 komentar

Takdir Di Tangan Sendiri

08.24
Di zaman dahulu ada seorang Jendral dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat tugas untuk memimpin
pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang
tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar kalau-kalau akan menderita kekalahan.
Dalam perjalanan menuju medan perang, sang Jendral berhenti di sebuah altar vihara. Ia melakukan
sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa. Sedangkan prajuritnya menanti di luar vihara
dengan harap-harap cemas. Tak lama kemudian, sang Jendral keluar dari vihara.
Ia berteriak pada seluruh pasukannya, "Kita telah mendapat petunjuk dari langit." Lalu ia mengeluarkan
koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata, "Sekarang, kita
lihat apa kata nasib. Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul, maka kita akan menang. Tapi bila ekor
yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung pada nasib."
Jendral lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar di udara. Lalu jatuh bergulingguling
di tanah. Seluruh pasukan mengamati apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding ke sanakemari,
koin itu terhenti. Dan yang muncul adalah KEPALA. Kontan seluruh pasukan berteriak kesenangan.
"Hore..! Kita akan menang. Nasib berpihak pada kita, Ayo serbu dan hancurkan musuh. Kemenangan telah
pasti."
Dengan penuh semangat sang Jendral dan pasukannya bergerak menuju medan perang. Pertempuran
berlangsung sangat sengit. Dengan bekal keyakinan dan tekad baja akhirnya musuh yang tak terhingga
banyaknya dapat dikalahkan. Jendral dan seluruh pasukannya betul-betul senang. Seorang prajurit berkata,
"Sudah kehendak langit, maka tak ada yang bisa mengubah nasib."

Sesampai di ibu kota mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja pun terkagum-kagum
mendengar kisah peperangan yang dashyat itu. Beliau bertanya pada sang Jendral bagaimana ia mampu
mengobarkan semangat pasukannya hingga begitu gagah berani. Sang Jendral kemudian menyerahkan koin
emasnya pada Raja sambil berkata, "Paduka, inilah yang memberikan mereka nasib baik."
Raja menerima dan mengamati koin emas itu yang ternyata kedua sisinya bergambar: KEPALA..!

"Kata orang bijak, langit itu adil. Tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa menolong"
dirimu adalah dirimu sendiri.
Read On 0 komentar

Tentukanlah Tujuan hidup Anda

08.07
Anda memang dapat melakukannya. Dan tak seorang pun dapat menghentikan langkah anda kecuali anda
sendiri. Yang perlu anda lakukan adalah memutuskan apa yang ingin anda raih. Tanpa tujuan, anda
mungkin tak pergi kemana-mana. Atau, malah tiba di tempat yang tak anda inginkan.
Tujuan menyediakan garis start untuk memulai, jalan untuk dilalui, dan tempat untuk dituju. Lihat betapa
tujuan memberi anda segalanya. Anda hanya perlu memutuskan, maka tujuan takkan menyia-nyiakan
anda, kecuali anda memutuskan untuk tak meraihnya.
Tanpa tujuan seluruh kekuatan anda sebagai manusia sejati bisa jadi sia-sia. Tanpa tujuan, anda ibarat
perahu kuat dengan layar terkembang yang terombang-ambing ombak tanpa nakhoda. Seberapa tangguh
perahu itu mengarungi samudra, ia takkan mencapai pantai mana pun. Alih-alih mendarat di tanah impian,
malah tenggelam ke dasar laut menjadi sebongkah rumah ikan.
Read On 0 komentar

Followers